Beberapa isu yang berkaitan dengan efek teknologi
informasi:
Oleh: Onno W. Purbo, YC1DAV - yc1dav@itb.ac.id.
1. Teknologi
informasi baru dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh SDM yang berpendidikan.
Jangan terlalu berharap pemanfaatan maksimal teknologi informasi oleh SDM yang
hanya lulusan SMA / sederajat. Kunci keberhasilan terletak pada jumlah masa
orang yang berpendidikan S1 ke atas yang terekspose teknologi informasi.
2. Saat
ini jumlah pengguna Internet seluruh Indonesia sangat sedikit hanya dalam orde
puluhan ribu orang. Untuk meningkatkan jumlah secara drastis hanya mungkin jika
pembinaan dilakukan sejak dini di bangku kuliah / sekolah. Untuk itu isu jaringan
komputer untuk pendidikan menjadi penting sekali.
3. Distance
learning merupakan kunci pemerataan pengetahuan mengingat resource yang ada
di Indonesia sangat terbatas & sangat terkonsentrasi di pulau jawa. Tidak
mungkin misalnya ITB mengirimkan dosen-dosennya ke seluruh Indonesia untuk
membangun fakultas teknik yang sangat kurang di daerah.
4. Perlu
perubahan regulasi / konsep di dunia pendidikan yang memudahkan terjadinya transfer
kredit antar perguruan tinggi / lembaga pendidikan.
5. Internet
merupakan teknologi yang paling murah yang dapat di implementasikan untuk
menunjang distance learning & pemerataan pendidikan. Internet memungkinkan
beberapa komputer dalam cluster sharing satu saluran komunikasi . Bayangkan
jika satu sekolah / universitas hanya mencharge mahasiswa-nya Rp. 500-1000 /
mahasiswa / bulan untuk akses Internet selama 24 jam satu bulan. Sebuah angka
yang sangat mugkin di jangkau oleh para mahasiswa di seluruh Indonesia.
6. Kunci
keberhasilan Internet bagi dunia pendidikan adalah perubahan regulasi di
Depparpostel dalam hal:
·
pembebasan ijin penyelenggaraan servis
Internet bagi dunia pendidikan yang memungkinkan antar perguruan tinggi saling
tolong menolong.
·
pembebasan ijin frekuensi untuk pendidikan /
pemberian alokasi frekuensi untuk pendidikan.
7. Perubahan
paragdigma di dunia pendidikan, dari teaching-based menjadi lebih
mengarah ke learning-based. Fungsi guru / dosen berubah dari pengajar
menjadi tutor.
8. Beberapa
ciri organisasi yang mengandalkan teknologi informasi:
·
organisasi yang semakin flat strukturnya.
·
mengandalkan lebih sedikit SDM.
·
mengandalkan SDM yang berkualitas.
·
bukan menjadi organisasi masa.
·
lebih mengarah pada organisasi profesional.
·
lebih
mementingkan fungsi & tujuan yang jelas.
9. Orientasi
pada Total Customer Satisfaction merupakan kunci perubahan paradigma
yang terjadi di banyak organisasi.
10. Lebih
banyak terjadi kerjasama / network /
konsorsium dari berbagai organisasi untuk mencapai tujuan bersama yang secara
konsensus (bukan voting) di sepakati bersama.
11. Perubahan
konsep / paradigma di sarana telekomunikasi:
·
terminal yang digunakan oleh pelanggan semakin
pandai.
·
dimungkinkan effisiensi penggunakan sebuah kabel
/ sarana telekomunikasi jarak jauh, dengan cara Time Division Multiple
Access (TDMA) secara bersama dari satu LAN.
·
harga perangkat microwave yang semakin murah
& teknologi Code Division Multiple Access CDMA yang memungkinkan
untuk tidak mengganggu sekitarnya - memungkinkan pengguna untuk membangun
sendiri jaringan komputernya tanpa tergantung pada penyelenggara sarana
telekomunikasi (regulasi di Indonesia belum mengantisipasi hal ini).
·
Regulasi harus di ubah untuk memudahkan
masyarakat secara swadaya berpartisipasi dalam membangun sarana
telekomunikasinya. Regulasi yang ada saat ini sangat dominan pada monopoli
telekomunikasi PT. Telkom & PT. Indosat yang sekarang sudah bukan penuh
milik negara (tapi sudah swasta).
·
Kekuatan dunia telekomunikasi dapat pindah
(shift) dari para penyelenggara jasa telekomunikasi ke para pengguna jasa
telekomunikasi (arus bawah). Internet adalah contoh nyata perpindahan ini.
12. Perubahan
paradigma yang terjadi di dunia ekonomi terutama dalam hal pemotongan
jaringan distribusi dengan adanya teknologi informasi yang mendekatkan produsen
ke konsumen. Produsen bahkan dapat bertindak lebih aktif dalam mendekatkan
dirinya ke konsumen.
13. Konsekuensi
logis yang terjadi, kekuatan ekonomi berada pada rakyat kecil yang
memproduksi barang bukan pada para distributor / sales.
14. Jaringan
komputer antar koperasi di pedesaan akan menjadi strategis artinya jika
kita ingin membangun wilayah pedesaan. Koperasi dapat merupakan komponen
ekonomi strategis dalam pembangunan ekonomi pedesaan & masyarakat. Saluran
telekomunikasi di pedesaan (mulai dari radio, walkie talkie, interkom) dapat
digunakan untuk pembangunan jaringan komputer pedesaan ini.
15. Pembangunan
jaringan komputer antar koperasi dapat dilakukan secara self-finansing &
self-sustaining karena koperasi itu sendiri adalah lembaga finansial. Berbeda
jika kita memaksakan jaringan komputer pedesaan yang terkait ke lembaga
pemerintahan misalnya camat / kepala desa yang bukan lembaga finansial (akan
sulit untuk menjamin sustainability sistem yang dikembangkan).
16. Keberadaan
teknologi informasi di pedesaan akan menarik bagi para pengambil keputusan
untuk pengembangan wilayah. Informasi dari bawah yang meliputi:
·
informasi
pasar komoditi
·
alokasi dana / resource dimasyarakat.
·
resource yang ada di masyarakat & daerah.
·
mobilisasi sumberdaya lokal yang dipertemukan dengan
sumberdaya luar yang terkendalikan dari bawah.
·
dari bawah terorganisasikan untuk mengadakan collective
bargaining, ditunjang oleh informasi yang meyakinkan dengan kekuatan
moneter yang ter-audit dengan baik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar